Rabu, 9 Mac 2016

Kosong


Apa yang aku perlukan dalam hidup?



Dalam suatu perjalanan hidup, cita-cita terbesar adalah menuju kesempurnaan. Ada kalanya kita mesti berjuang, serta belajar menyingkap segala rahasia kehidupan. 

Perjalanan menuju kesempurnaan adalah proses yang menentukan setiap tapak langkah kita. Setiap hembusan nafas, detik jantung, dari siang menuju malam. Semua menuju titik yang sama, kesempurnaan. 

Setiap insan mempunyai hak yang sama atas waktu. Tidak ada seorangpun melebihi dari yang lain. Namun tak jarang setiap kita berbeda dalam menentukan sikapnya. Ada yang berjuang untuk melaluinya dengan membunuh waktu. Tidak pula sedikit yang merasakan sempitnya kesempatan yang dia ada. 



Apa rahasia terbesar dalam hidup ini? Melewati hari ini dengan penuh makna. Makna tentang cinta, ilmu, dan iman. Dengan cinta hidup menjadi indah. Dengan ilmu hidup menjadi mudah. Dan dengan iman hidup menjadi terarah.


Hidup ini merupakan proses pembelajaran menuju lebih baik dan memahami akan cinta yang Allah SWT berikan buat manusia di dunia ini. 

AKu mencoba belajar dan melatih diri memberi lebih dari sebelumnya. Jujur saja, pesan yang aku terima ini membuat aku kembali ke Penciptaku. Secara personal kutanyakan PADANYA, apakah melalui kejadian ini, DIA sedang mengingatkan aku supaya jangan ragu untuk mensyukuri apa yang yang menjadi fitrah seorang Manusia kepada Sang Pencipta. 


Ketika kita hidup untuk kepentingan pribadi, hidup ini tampak sangat tidak bersahaja, pendek dan sangat kerdil. Itu bermula saat kita mengerti dengan bertambahnya usia kita, dan akan berakhir bersama berakhirnya usia hidup kita yang terbatas. 


Namun, apabila kita hidup untuk orang lain yaitu dapat memperjuangkan sebuah fikrah, kehidupan ini terasa bermanfaat, memiliki makna, di selimuti kebahagian dan terasa panjang . Itu bermula bersama mulainya kehidupan manusia dan membentang beberapa masa setelah kita berpisah dari permukaan bumi ini. Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk banyak orang.. 

Tiada ulasan:

Catat Ulasan